Pengertian Rohingya dan Alasan mengapa mereka mengungsi
Apa sebenarnya istilah tentang "Rohingya" itu???
Rohingya juga merupakan kaum minoritas Muslim yang menggunakan etnis bahasa Rohingya —bahasa Indo-Eropa yang mirip dengan bahasa Bengali. Mereka tinggal di negara bagian Rakhine Utara yang sebelumnya disebut Arakan, sebuah desa pesisir di Myanmar. Namun, Myanmar tidak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara atau kelompok etnis mereka. Hanya sekitar 40.000 yang diakui oleh pemerintah Myanmar dan diberikan hak kewarganegaraan.
Kaum imigran Rohingya dilaporkan menjadi korban konflik persaudaraan di Myanmar. Myanmar yang tidak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara atau kelompok etnis mereka sehingga mengakibatkan sejumlah warga Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke negara-negara terdekat, salah satunya adalah negara kita yakni Negara Indonesia.
Rohingya mengalami diskriminasi selama beberapa dekade terakhir, yang mengakibatkan mereka berupaya melarikan diri dari Myanmar. Sebuah laporan New York Times menyatakan bahwa “mereka telah ditolak kewarganegaraan dan diusir dari rumah mereka, tanah mereka disita, dan mereka diserang oleh militer”. Sejak Agustus 2012, pemerintah Bangladesh melarang bantuan kemanusiaan untuk kaum minoritas Rohingya, meninggalkan mereka tak berdaya dan rentan. Keadaan yang dialami oleh rohingya sangat memprihatinkan. Negara tetangga lainnya juga telah menutup mata. Thailand, salah satunya, mengklaim angkatan lautnya memberikan bantuan kepada kapal seperti makanan, air, dan obat-obatan. Namun militer Negeri Gajah Putih terus menolak mereka masuk karena resistensi pemerintah untuk pendatang. Selain itu, tidak ada pula tindakan dari Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN).
Dari pengamatan para kritik, mereka menuding negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) tidak memiliki kepedulian terhadap kaum Rohingya yang terdampar di lautan mencari suaka dan mengalami kesusahan. Selama berbulan-bulan mereka menderita kelaparan selama mengungsi keberbagai daerah. Negara-negara ASEAN dituduh melepas tanggung jawab karena tak ada yang mau menerima rohingya. Pada saat Rohingya telah berpaling ke Malaysia karena penduduk mereka mayoritas adalah Muslim. Namun pemerintah Malaysia telah memerintahkan angkatan laut untuk menolak mereka dari tanah mereka.
Namun, tidak semua tidak peduli, beberapa aksi yang dilakukan oleh beberapa kelompok yang peduli terhadap rohingya. Salah satu contoh seperti Aksi damai yang juga dikenal dengan Aksi 69 ini diadakan oleh gabungan ormas Islam dan kaum Muslimin se-jabodetabek. Ribuan massa membanjiri Jakarta, mengular dari halaman Kedubes Myanmar sampai ke Bundaran Hotel Indonesia.
Selain orasi, Aksi 69 juga diisi dengan dzikir berjamah yang dipimpin oleh Pengasuh Pesantren Az-Zikra Sentul, Bogor, Jawa Barat, KH Muhammad Arifin Ilham. Air mata tak kuasa dibendung oleh ribuan peserta aksi ketika dai asal Banjarmasin ini menyerahkan urusan kaum Muslimin Rohingya kepada Penguasa Jagat Raya.